Kepribadian Berubah Setelah Transplantasi Jantung, Benar atau Tidak?

Pendapat medis untuk soal ini terbagi antara yang percaya bahwa penerima organ akan mengambil kepribadian pendonornya, dan yang tidak. Meski banyak pakar yang skeptis terhadap fenomena ini, ada anekdot yang menyatakan bahwa penerima organ sebenarnya juga mengambil beberapa sifat pendonornya.

Pada usia empat puluhan, Claire Sylvia, warga Amerika, menderita sakit jantung progresif yang tak dapat disembuhkan sehingga membuatnya terkurung dalam rumah. Harapannya tinggal menjalani transplantasi jantung dan paru-paru. Dia mendapatkan donor seorang pengendara motor berusia 18 tahun yang meninggal karena cedera kepala berat.Claire menjalani operasi dengan selamat, tetapi rupanya ada perubahan dalam keperibadiannya. Kini dia kecanduan bir dan daging ayam, yang tadinya dia benci. Dia juga mengalami mimpi yang aneh dan nyata mengenai seorang pria yang tidak di kenalinya. Tadinya dia heteroseksual, namun setelah menjalani transplantasi, Claire menjadi tertarik pada perempuan, terutama yang berambut pirang. Dia menemui keluarga si donor dan mendapat kepastian bahwa kepribadiannya yang baru sesuai dengan sifat si donor, dan pemuda itulah yang muncul dalam mimpi-mimpinya.

Sebelum menyalani transplantasi jantung, William Sheridan, manager katering yang telah pensiun, sama sekali tidak artistik. Setelah transplantasi, mendadak dia dianugerahi bakat seni, menghasilkan berbagai lukisan pemandangan dan alam liar yang indah. Belakangan, dia baru tahu bahwa laki-laki yang telah menyumbangkan jantungnya adalah seniman yang hebat. Dia bertanya kepada ibu si pendonor apakah putranya berbakat seni, dan wanita itu berkata, “Putra saya sangat artistik. Dia sudah memperlihatkan minat kesenian sejak 18 bulan. Dia selalu lebih senang menerima peralatan menggambar daripada mainan.”

Sumber

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.