Jantung bermasalah sejak lahir, Apa yang harus kita lakukan?

Oleh : dr.Andi Wahjono Adi

Penyakit Jantung Bawaan merupakan kelaianan bawaan yang merupakan penyebab utama kematian bayi dalam 1 tahun sejak kelahiran.angka kejadiannya diperkirakan sekitar 8 dari 1.000 kelahiran.Walaupun manifestasi Penyakit Jantung Bawaan nampak sejak bayi lahir namun pada lesi yang tidak terlalu besar, manifestasi baru tampak pada beberapa minggu,bulan sampai dengan tahun sejak kelahiran, bahkan tidak jarang baru muncul sampai dengan usia dewasa.

Pembentukan sistem jantung dan pembuluh darahnya dimulai pada minggu ketiga pada masa perkembangan embrio.Perubahan pada masa embrio tersebut dapat menimbulkan kelainan pada jantung. Adanya perubahan mekanisme pertukaran gas dan nutrisi pada sirkulasi bayi yang terjadi secara tiba-tiba setelah kelahiran dapat memicu timbulnya manifestasi Penyakit Jantung Bawaan tersebut.

Dewasa ini pemahaman tentang proses terjadinya,diagnosa dan penatalaksanaan Penyakit Jantung Bawaan telah berkembang pesat. Mutasi genetik, faktor lingkungan, penyakit yang diderita ibu,kelainan dalam masa kehamilan dan paparan zat yang bersifat toksin ditengarai berpengaruh pada malformasi jantung, walaupun penyebab secara spesifik belum diketahui pada kebanyakan kasus Penyakit Jantung Bawaan. Angka keselamatan anak dengan Penyakit Jantung Bawaan dewasa ini meningkat secara bermakna oleh karena majunya teknik diagnostik dan tindakan intervensi.

Kapan curiga ?

Gejala penyakit jantung bawaan dapat tidak muncul pada fase awal kehidupan dan dapat muncul setelah anak tumbuh dan berkembang,namun dapat pula muncul segera setelah bayi lahir.Kecurigaan terhadap adanya Penyakit Jantung Bawaan dapat dilakukan apabila bayi atau anak terdapat gangguan seperti dibawah ini :

  1. Biru,bayi atau anak menjadi biru,dapat dilihat pada bibir,jari-jari tangan maupun kaki.Dapat diletemukan pada saat bayi menangis atau anak sedang menjalankan aktivitas yang lebih berat atau menetap tanpa walaupun tidak melakukan aktivitas yang berat sekalipun.
  2. Sering batuk panas,biasanya hak ini sering dikelirukan dengan infeksi saluran pernafasan kronis karena seringnya gejala ini terjadi.
  3. Lekas lelah,bayi atau anak lebih cepat lelah dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun yang lebih berat.Bayi dapat terlihat malas ketika menetek karena cepat lelah dalam menghisap.
  4. Tumbuh kembang terganggu,perkembangan anak tidak sesuai dengan perkembangan anak seusianya dan lebih mudah diperbandingkan dengan kakak atau adik,atau teman sebayanya.

Apabila tanda-tanda tersebut kita ketemukan pada anak kita,maka bersegeralah konsultasi dengan dokter anda untuk segera didiskusikan dengan dokter ahli jantung terdekat untuk segera dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh dan mendapatkan penanganan lebih lanjut baik berupa pengobatan maupun tindakan intervensi seperti operasi yang tepat.

Perlu kita ketahui seputar Penyakit Jantung Bawaan

Aktivitas

Salah satu yang perlu diperhatikan oleh para orang tua pada anak yang menderita Penyakit Jantung Bawaan adalah meningkatnya mortalitas dan morbiditas terkait dengan aktivitas yang mereka lakukan bahkan tidak jarang terjadi kematian mendadak pada anak-anak atau dewasa ketika melakukan olah raga.Pembatasan aktivitas oleh para orang tua dan guru sekolah kadang tidak proporsional sehingga memerlukan konsultasi dan korespondensi dengan para orang tua serta guru tentang tingkatan aktivitas fisik  bagi penderita Penyakit Jantung Bawaan. Walaupun demikian pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan yang tidak dapat dioperasi dan atau yang telah menjalani perbaikan dengan prosedur intervensi tertentu tetap dapat melakukan aktivitas hiburan.

Evaluasi secara menyeluruh diperlukan sebelum diberikan suatu rekomendasi tingkatan aktivitas hiburan,kategori aktivitas hiburan adalah sebagai berikut :

Kategori 1 : Tanpa restriksi

Aktivitas temasuk latihan ketahanan,atletik dan olahraga dengan kontak fisik

Kategori 2 : Retriksi moderat

Aktivitas termasuk latihan fisik dalam kelas reguler,tenis,baseball

Kategori 3 : Aktivitas ringan

Aktivitas termasuk non strenous game,renang,jogging,bersepeda dan golf

Kategori 4 : Limitasi moderat

Aktivitas termasuk mengikuti kegiatan sekolah tanpa mengikuti kegiatan olah raga

Kategori 5 : Limitasi ekstrim

Aktivitas termasuk aktivitas di dalam rumah atau diatas kursi roda

Nutrisi

Anak dengan gagal jantung kongesti dapat mengalami gagal tumbuh karena asupan nutrisi yang kurang, adanya gangguan penyerapan saluran pencernaan,kecenderungan meningkatnya metabolisme serta adanya infeksi pernafasan berulang. Di lain pihak pembatasan cairan yang dilakukan pada pasien dengan gagal jantung kongesti dapat juga menyebabkan penurunan asupan kalori.

Vaksinasi

Imunisasi dapat diberikan sesuai dengan jadwal.Pemberian imunisasi tambahan seperti influenza dan pneumococcal direkomendasikan terutama pada anak dengan gagal jantung dengan Penyakit Jantung Bawaan tipe biru.

Pencegahan endokarditis(Infeksi pada jantung)

Kebersihan mulut penting dilakukan dalam rangka pencegahan terjadinya infeksi pada jantung.

Perjalanan

Pasien gagal jantung yang bergejala maupun tidak bergejala yang terkontrol dengan pengobatan biasanya tidak bermasalah dengan aktivitas perjalanan jauh.Pada ketinggian tertentu seorang pasien biru dapat mengalami penurunan tekanan oksigen ketika berada dalam pesawat terbang namun penurunan kadar oksigen ringan tersebut tidak memberikan efek yang bermakna pada pasien biru.

Aspek psikososial

Orang tua pasien pengidap Penyakit Jantung Bawaan harus mendapatkan penjelasan seluas-luasnya berkaitan dengan penyakit tersebut oleh dokter yang merawat.Dukungan moral, tukar pengalaman dalam suatu kelompok dapat memberikan dampak postif secara psikologis pada orang tua dan pasien yang bersangkutan.Pasien Penyakit Jantung Bawaan yang telah dewasa biasanya dapat menerima kondisi fisiknya,keterbatasan dalam beraktivitas,kecemasan akibat tindakan bedah dan intervensi lain dan adanya komplikasi lanjut.

Edukasi

Sebagian besar pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan belum mengerti mengenai simptom yang berkenaan dengan deteriorisasi,faktor resiko endokarditis, dampak merokok dan alkohol pada penyakit jantung serta faktor herediter pada penyakit jantung yang diderita.Program edukasi harus dilakukan untuk meningkatkan pegetahuan mengenai penyakit,pengobatan da potensi komplikasi jangka panjangnya.

Pekerjaan dan jaminan asuransi

Pengetahuan yang berkenaan dengan Penyakit Jantung Bawaan yang diderita penting diketahui agar pasien lebih realistis dalam merencanakan pekerjaan dan karirnya. Pekerjaan yang dilakukan hendaknya sesuai dengan kemampuan fisiknya,tergantung dari defek yang diderita,hasil dari tindakan pembedahan dan kateterisasi,luaran jangka panjang dan potensi komplikasi selanjutnya.Pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan memiliki resiko tinggi terhadap kematian sehingga biaya yang diperlukan menjadi mahal atau bahkan uninsurable.

Konseling genetik

Latar belakang genetika dan kontribusi herediter pada Penyakit Jantung Bawaan harus dijelaskan kepada orang tua maupun pasien yang telah dewasa,demikian juga resiko kemungkinan rekurensi pada keturunan.

Kehamilan dan kontrasepsi

Kehamilan pada wanita dengan Penyakit Jantung Bawaan meningkatkan kematian,terutama apabila terdapat komplikasi lanjut.Adanya perubahan fisologis pada wanita hamil dapat memperburuk gagal jantung kongesti,meningkatkan pirau aliran darah dari jantung kanan ke kiri serta meningkatkan resiko thrombosis pada pasien biru disamping resiko terjadinya infeksi pada jantung juga meningkat pada masa kehamilan.Resiko terhadap janin meliputi gangguan pertumbuhan janin, abnormalitas janin sebagai akibat dari resiko genetis ataupun karena penggunaan obat-obatan.Penggunaan kontrasepsi pada pasien Penyakit Jantung Bawaan  sifatnya individual,IUD beresiko menimbulkan infeksi pada jantung.Penyakit Jantung Bawaan yang beresiko tinggi terjadi thrombosis sebaiknya tidak menggunakan kontrasepsi oral.

Dari paparan diatas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat umum mengenai Penyakit Jantung Bawaan pada bayi,anak maupun dewasa.Dengan demikian deteksi awal penyakit ini dapat dilakukan lebih awal sehingga dapat membantu meningkatkan luaran penatalaksanaan penyakit ini oleh para dokter ahli yang berkompeten dalam bidangnya.Demikian dan semoga bermanfaat

 

Referensi

Lilly Leonard S. Pathophysiology of Heart Disease 4th ed.Lippincott Williams & Wilkins.Philadelphia.2007;371:396.

Cheung Yiu Fai. Fundamentals of Congenital Heart Disease. Saunders Elsevier. Singapore. 2007;175:185.

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.