OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG

Oleh dr. Ira Setya

Obesitas merupakan suatu kondisi yang dahulu dianggap sebagai lambang kesejahteraan dan tidak berkaitan dengan penyakit. Insidens dan prevalensinya meningkat , baik di negara maju maupun di negara-negara berkembang , sejalan dengan perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan dan perubahan gaya hidup. Namun berkaitan dengan resiko kesehatan dan dampaknya terhadap kualitas hidup, kini obesitas merupakan problem atau penyakit.

Obesitas merupakan masalah yang diperhatikan karena berkaitan dengan peningkatan morbiditas (angka kejadian sakit) dan mortalitas ( resiko kematian) pada berbagai penyakit, antara lain hipertensi atau darah tinggi, gangguan kardiovaskuler/penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes (penyakit kencing manis), berbagai jenis kanker, gangguan empedu, problem paru dan pernafasan, artritis (radang sendi), gout/asam urat, gangguan tidur, ketidakmampuan untuk berpartisipasi pada aktivitas rekreasi dan olahraga, rendahnya harga diri dan problem citra tubuh.

Akhir-akhir ini obesitas dinyatakan sebagai penyakit kronik dengan penyebab multifaktor. Dari penelitian-penelitian didapatkan bahwa obesitas tidak didapatkan oleh penyebab tunggal melainkan oleh hubungan yang kompleks antara faktor genetik, fisiologik, metabolik, psikologik, sosioekonomi, gaya hidup dan faktor budaya.

Kata obesitas berasal dari bahasa latin : obesus, obedere, yang artinya gemuk atau kegemukan. Obesitas atau gemuk merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.

Obesitas tidak hanya didasarkan pada ukuran berat badan saja tapi lebih dititikberatkan pada klasifikasi status berat badan dan resiko penyakit yang dihitung melalui Indeks Massa Tubuh/Body Mass Indeks (BMI), yang dihitung dengan cara berat badan (kg)/tinggi badan (m)2

KLASIFIKASI BERAT BADAN DAN RESIKO PENYAKIT

  BMI (kg/m2) TINGKAT OBESITAS RESIKO PENYAKIT
Berat Badan Kurang < 18.5    
Berat Badan Normal 18.5 – 24.9    
Berat Badan Lebih 25.0 – 29.9   Meningkat
Obesitas 30.0 – 34.9 I Tinggi
Obesitas 35.0 – 39.9 II Sangat Tinggi
Obesitas Ekstrem ≥ 40 III Tinggi Sekali

Obesitas adalah kondisi medis kronis yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan dan modifikasi gaya hidup.

Diet dengan pengaturan pola makan, olahraga, dan terapi perilaku direkomendasikan pada semua orang dengan BMI > 25 kg/m2. Modifikasi perilaku termasuk mengikuti grup konseling, makan dengan porsi kecil tapi sering dan membiasakan sarapan serta menurunkan jumlah karbohidrat dan meningkatkan porsi buah dan sayur dalam makanan kita sehari-hari. Penurunan 1000 kcal/hari dapat menurunkan berat badan sebesar 1 kg/minggu.

Aktifitas fisik dengan olahraga yang bersifat aerobik (senam, jalan kaki, renang, bersepeda) harus dapat ditingkatkan minimal tiga kali dalam seminggu, masing –masing selama 30 menit. Karena selain membakar lemak, olahraga juga dapat merangsang protein penstabil yang mempunyai efek protektif terhadap jantung sehingga resiko penyakit jantung dapat diturunkan.

Dikutip dari Harrison’s Manual of Medicine, majalah Ethical Digest halm 58 no 91/IX/Sept 2011 dan majalah CDK halm. 296 vol 34 no.6/159 Nov-Des 2007

 

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.