Kehamilan dan Jantung

Oleh: dr. Rina Yuda Novira

Kehamilan dan waktu nifas berkaitan dengan sejumlah perubahan pada sistem  kardiovaskuler,, dimulai pada usia kehamilan 5-8 minggu dan mencapai puncak pada trimester kedua kehamilan. Perubahan tersebut merupakan kondisi yang normal sebagai mekanisme adaptasi untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan janin. Perubahan-perubahan tersebut antara lain :

  1. Volume darah meningkat sampai 50% dan lebih besar dari kenaikan massa sel darah merah, sehingga terjadi pengenceran darah.
  2. Kadar hemoglobin dan hematokrit (prosentase sel darah merah dalam darah) dapat turun sampai 35% akibat pengenceran darah.
  3. Curah jantung (volume darah yang dipompa oleh jantung setiap menit) meningkat 30-50%. Hal ini akan menambah beban kerja jantung. Namun pada posisi terlentang peningkatan curah jantung akan terjadi secara minimal, karena pembuluh darah balik ke jantung (vena kava) tertekan oleh rahim yang membesar.
  4. Denyut jantung meningkat 10-20 denyut permenit terutama pada trimester akhir.
  5. Tekanan darah menurun sampai titik terendah pada trimester kedua kehamilan karena vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), tetapi akan meningkat kembali saat mendekati persalinan, terutama karena adanya rangsangan nyeri dan kecemasan saat persalinan.
  6. Kebutuhan oksigen meningkat 20% pada 20 minggu awal kehamilan, meningkat 30% saat melahirkan.

Perubahan hemodinamik selama kehamilan tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala yang dapat dikelirukan dengan kelainan jantung. Selama kehamilan normal, dapat muncul gejala antara lain mudah lelah, penurunan toleransi latihan, sesak nafas, sesak pada posisi berbaring datar, pusing, kadang-kadang pingsan.

Pada masa persalinan, fluktuasi hemodinamik dapat terjadi. Tiap kali rahim berkontraksi, akan memindahkan darah sebanyak 300-500 cc dari rahim ke sirkulasi umum, menyebabkan peningkatan jumlah darah yang dipompa oleh jantung tiap menitnya hingga 50%. Sedangkan hilangnya darah (300-400 cc pada persalinan normal dan 500-800 cc pada sectio caesaria) juga dapat berpengaruh terhadap hemodinamik.

Setelah melahirkan, perubahan hemodinamik dapat terjadi lebih dramatis. Karena rahim mengecil setelah melahirkan, maka tidak ada lagi tekanan terhadap pembuluh darah balik ke jantung. Akibatnya aliran darah kembali ke jantung akan meningkat, sehingga beban jantung meningkat. Perubahan-perubahan hemodinamik akan kembali normal setelah 2-4 minggu pasca melahirkan secara normal dan 4-6 minggu pasca operasi sectio caesaria.

Kehamilan Penyakit Jantung Bawaan

Wanita dengan penyakit jantung bawaan non-sianotik (tidak biru) umumnya dapat dipertimbangkan untuk hamil dengan pengawasan ketat selama kehamilan sampai pasca melahirkan. Adapun wanita dengan penyakit jantung bawaan sianotik (biru) jika hamil termasuk dalam kelompok risiko tinggi, dimana biasanya akan mengalami perburukan gejala. Sekitar 30% pasien mengalami komplikasi berupa endokarditis infektif, 10-20 % mengalami gangguan irama dan gagal jantung. Selain itu prognosis pada janin juga kurang baik dengan risiko terjadinya abortus spontan 50%, kelahiran prematur 30-50% dan kondisi hipoksemia pada ibu akan menghambat tumbuh kembang janin.

Perencanaan untuk mengakhiri kehamilan secara cermat pada saat janin sudah mampu hidup di luar kandungan akan memberikan hasil akhir yang cukup baik untuk ibu maupun bayinya. Perlunya antibiotik untuk pencegahan kejadian endokarditis  masih diperdebatkan. Namun sebagian besar ahli merasa bahwa risiko pemberian antibiotik masih lebih kecil dibanding dengan konsekuensi endokarditis yang amat berbahaya dan sangat mungkin terjadi.

Penyakit Katup Jantung

Keberhasilan kehamilan tergantung pada derajat keparahan kelainan katup. Kelainan yang paling sering adalah stenosis mitral (katup mitral tidak bisa membuka dengan sempurna), dengan efek hemodinamik yang lebih berat akibat peningkatan volume darah pada kehamilan. Risiko timbulnya bengkak paru dan gangguan irama jantung pada wanita hamil dengan mitral stenosis lebih tinggi.

Pasien dengan kelainan katup regurgitasi (katup jantung tidak dapat menutup sempurna) umumnya akan memberi prognosis yang lebih baik dibanding kelainan stenosis. Gagal jantung pada pasien dengan regurgitasi dapat saja terjadi terutama pada trimester ketiga. Bila terjadi gagal jantung dibutuhkan obat golongan diuretik dan vasodilator untuk menurunkan afterload meskipun tekanan darah pasien tersebut rendah.

Obat-obatan antikoagulan (pencegah pembekuan darah) yang biasa diberikan pada pasien penyakit katup jantung berpotensi menimbulkan kelainan bawaan pada janin, sehingga perlu dipertimbangkan secara cermat manfaat maupun risiko pemberiannya.

Aritmia (gangguan irama jantung)

Kehamilan berkaitan dengan peningkatan kejadian aritmia dengan atau tanpa penyakit jantung sebelumnya. Pada perempuan sehat, gangguan irama yang berasal dari serambi maupun bilik jantung dapat terjadi dan jarang memerlukan terapi yang spesifik. Obat antiaritmia sedapat mungkin dihindari meskipun digoksin, kuinidin, lidokain dan adenosin dianggap aman. Kardioversi (kejut listrik) arus searah  dapat dikerjakan jika aritmia menimbulkan gangguan hemodinamik  pada ibu hamil.

Bradiaritmia (denyut jantung lambat dan tidak teratur) juga dapat terjadi selama kehamilan. Biasanya tidak memerlukan terapi spesifik kecuali jika timbul gangguan hemodinamik. Jika diperlukan pemasangan pacemaker permanen dapat dilakukan.

Metode Persalinan

Kelahiran secara normal pervaginam umumnya lebih disukai pada kebanyakan pasien dengan penyakit jantung. Operasi caesar tidak terlalu aman bagi hemodinamik. Kala dua tidak boleh terlalu lama dan nyeri sehingga pemberian anestesi epidural dan penggunaan forceps atau vakum ekstraksi dapat menjadi pilihan yang baik.

Referensi :

  1. Gray et al. 2002. Lecture Notes on cardiology. Lectures Notes: Kardiologi. Agoes A, Rachmawati AD.2003. Penerbit Erlangga. Surabaya
  2. O’Rourke R, Walsh R, Fuster V. 2009.  Hurst’s The Heart Manual of Cardiology. McGraw Hill Education. Singapore

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.