Penyakit Jantung Dapat Mengakibatkan Stroke?

Oleh: dr. Ria Ashriyah

Anda mungkin sudah familiar dengan penyakit Stroke, suatu gangguan pembuluh darah di otak. Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang terjadi secara mendadak akibat gangguan pasokan darah ke bagian otak. Gangguan fungsi saraf yang terjadi dapat berbagai macam, antara lain kelumpuhan anggota gerak tubuh, gangguan fungsi bicara, gangguan kesadaran, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Gangguan pembuluh darah dapat terjadi akibat sumbatan pembuluh darah (trombosis atau emboli)  maupun pecahnya pembuluh darah (stroke perdarahan). Penderita stroke ada yang pulih sempurna, ada yang mengalami kecacatan, dan ada pula yang nyawanya tidak terselamatkan. Menurut RISKESDAS 2007, Stroke merupakan penyebab kematian nomer satu di Indonesia.

Faktor resiko stroke yang mungkin anda sudah ketahui antara lain adalah penyakit darah tinggi, diabetes mellitus, hiperkolesterol, merokok, obesitas, dan  physical inactivity. Tetapi tahukah anda bahwa beberapa penyakit jantung dapat mengakibatkan serangan stroke?

Sebagian darah yang dipompa meninggalkan jantung akan masuk ke otak. Karena itu, bila pada ruang jantung terdapat bekuan darah, dapat berjalan menuju otak, mengakibatkan sumbatan pembuluh darah  dan menyebabkan stroke. Kondisi-kondisi yang meningkatkan terbentuknya bekuan darah di jantung akan meningkatkan resiko kejadian stroke.

Penyakit-penyakit jantung yang dapat meningkatkan resiko penyakit stroke antara lain adalah gangguan irama jantung (atrial fibrilasi dan takikardia supraventrikel paroksismal),  gagal jantung kongestif, kardiomiopati dilatasi (pembesaran jantung), penyakit jantung katup, dan pengunaan katup buatan.

Atrial fibrilasi, sekitar 15% kejadian Stroke disebabkan oleh Atrial Fibrilasi yang tidak diobati. Bila seseorang menderita atrial fibrillasi berarti yang bersangkutan memiliki resiko terkena stroke 5x lebih besar dibanding mereka yang tidak menderita atrial fibrilasi. Pada atrial fibrilasi, bagian jantung yang di atas (atrium) tidak dapat memompa secara efektif, gerakan pompa yang terjadi hanya seperti “menggelepar atau bergetar”, akibatnya hanya sedikit darah yang dipompa ke ruang jantung yang disebut ventrikel, dan sebagian darah tertinggal di atrium. Adanya sejumlah darah yang mengalami stasis (tidak bergerak), akan meningkatkan kemungkinan terbentuknya bekuan darah (trombus). Bekuan darah tersebut bila nantinya beredar ke pembuluh darah otak, dapat menyebabkan stroke.

Gagal Jantung, gagal jantung juga meningkatkan resiko stroke. Gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat memompa semua darah yang kembali ke jantung. Jantung bekerja dengan tidak efisien, sehingga darah yang seharusnya dipompa keluar jantung berkumpul pada pembuluh darah balik (vena), mengakibatkan terkumpulnya cairan pada kaki dan paru-paru, sehingga membuat kaki terlihat bengkak atau pasien merasa sesak.

Penyakit Jantung Katup, pada penyakit jantung katup tertentu seperti Mitral Stenosis, yaitu  kekakuan katup mitral yang memisahkan ruang jantung atrium kiri dan ventrikel kiri, dapat mengakibatkan berkembangnya atrial fibrilasi, yang sebgaimana telah dijelaskan di atas akan meningkatkan resiko terjadinya bekuan darah dan stroke. Dan pada penyakit jantung katup yang tidak diobati dengan baik, dapat terjadi endokartitis infeksiosa yang  juga meningkatkan resiko stroke emboli.

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah stroke akibat penyakit jantung?

Bila anda menderita penyakit jantung tertentu, tentu saja yang pertama kali harus dilakukan tentu saja adalah mengobati penyakit jantung tersebut. Misalnya pada pasien dengan atrial fibrilasi atau pasien dengan gagal jantung yang diketahui ada trombus (bekuan darah) dalam jantungnya, atau yang pasien yang telah menjalani penggantian katup,dapat diberikan obat anti pembekuan (anticoagulant). Tetapi penyakit dasar yang menyebabkan adanya bekuan darah juga semaksimal mungkin harus diatasi, misalnya terapi ablasi pada atrial fibrilasi. Kontrol rutin dan pemeriksaan tambahan menjadi mutlak untuk dapat mengontrol atau mengendalikan penyakit jantung yang dapat menyebabkan stroke

Tetapi bila pada saat ini anda masih dalam kondisi sehat wal afiat, tahukah anda bahwa anda dapat mencegah penyakit jantung dan stroke sekaligus. Bahwasanya, penyakit jantung tertentu dan stroke berbagi faktor resiko yang sama, seperti kadar kolesterol LDL(jahat)  yang  tinggi dan kolesterol HDL(baik) yang rendah, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, obesitas, dan kurang olahraga. Semua hal di atas dapat menyebabkan atherosklerosis (kekakuan pembuluh darah). Jadi bila pembuluh darah jantung anda mengalami atherosklerosis, sangat mungkin sekali pembuluh darah di bagian tubuh yang lain juga mengalami atherosklerosis. Atherosklerosis atau kekakuan pembuluh darah bila di jantung akan mengakibatkan serangan jantung, sedangkan pada otak akan mengakibatkan stroke. Dikatakan bahwa bila seseorang memiliki penyakit jantung koroner atau nyeri dada, atau pernah mengalami serangan jantung maka orang tersebut  memiliki resiko 2x lebih besar untuk terkena stroke dibanding dengan orang lain.

Mari kita cegah penyakit jantung dan juga sekaligus stroke dengan cara yang sederhana,antara lain yaitu:

1. berhenti merokok

2. menjaga asupan makanan, menghindari makanan yang mengandung kolesterol LDL tinggi, dan memperbanyak makanan yang mengandung kolesterol HDL

3. Olahraga secara teratur

4. menurunkan berat badan bagi yang mengalami obesitas

5. mengendalikan tekanan bagi yang menderita tekanan darah tinggi dan kadar gula bagi yang menderita diabetes mellitus

Gaya hidup sehat dan general check up rutin dapat mencegah kita menderita penyakit yang seharusnya dapat dicegah, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Karena menjaga kesehatan merupakan perwujudan rasa cinta kita kepada keluarga sekaligus wujud syukur kita kepada sang pencipta, setujukah Anda untuk memulainya dari sekarang?

References

1. http://www.strokeassociation.org

2. Libby, Peter, dkk .2007. Libby: Braundwald’s heart Disease: A textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.