Merokok dan Hubungannya Dengan Penyakit Jantung

Oleh: dr. Widyo Mahargo

“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”, tentunya tagline ini sudah tidak asing diantara kita, mungkin beberapa dari kita bahkan hafal di luar kepala tapi sebatas dihafal, tanpa diikuti oleh tindakan nyata.

Merokok itu sendiri ternyata merupakan penyebab kematian dini paling penting yang dapat dicegah. Merujuk kepada angka yang dikeluarkan oleh American Heart Association dimana merokok menyumbang angka sebesar 440 ribu dari total 2,4 juta kematian tiap tahunnya.

Bagaimana merokok dapat mempengaruhi resiko terjadinya penyakit jantung koroner (PJK)? Rokok dan asap dari tembakau, kolesterol, tekanan darah tinggi, kurangnya aktifitas fisik, kegemukan (obesitas) dan diabetes adalah enam faktor resiko utama independen untuk terjadinya PJK yang dapat diubah dan dikendalikan.

Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya PJK dengan sendirinya dan bila ditambah dengan faktor resiko lainnya maka resikonya akan semakin meningkat. Orang yang merokok lebih dari 20 batang dalam sehari jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok akan mempunyai resiko dua sampai tiga kali lipat terjadinya PJK.

Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah dan nadi, menurunkan toleransi olahraga, menurunkan HDL (kolesterol baik) dalam darah, terjadi peningkatan pembekuan darah, gangguan pengembangan pembuluh darah koroner di jantung, peningkatan respon dari bronkhus dan juga menyebabkan gangguan fungsi paru-paru.

Berdasarkan hasil penelitian, merokok sendiri merupakan salah satu penyebab penting terjadinya aterosklerosis (penyempitan diameter pembuluh darah akibat penumpukan lemak pada pembuluh darah). Pada PJK, pembuluh darah koroner (pembuluh darah yang menyalurkan darah ke jantung) akan menyempit, sehingga terjadi penurunan suplai oksigen ke jantung terutama jika terjadi peningkatan aktivitas, dimana keluhan yang biasa dialami yaitu nyeri dada dan jika pembuluh darah koroner tersumbat secara total maka akan terjadi serangan jantung yang pada akhirnya akan berujung kepada kematian.

Asap rokok tidak saja berakibat terhadap perokok tetapi orang disekeliling perokok atau biasa dikenal dengan perokok pasif juga terkena dampak dari asap rokok itu sendiri terutama pada anak-anak. perokok pasif juga dapat terkena penyakit paru kronis, kanker dan penyakit jantung dimana perkiraan ada sekitar 37 ribu sampai 40 ribu perokok pasif meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya.

Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan rokok terhadap penyakit jantung maka usaha kita untuk menurunkan resiko terjadinya PJK adalah dengan berhenti merokok. Dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan dari berhenti merokok yaitu menurunkan kematian akibat PJK 36% dibandingkan dengan mereka yang masih saja merokok, berhenti merokok juga dapat menurunkan tekanan darah, terjadinya kejadian stroke.

Bagi mereka yang merokok memang tidak ada satu solusi pintas untuk berhenti merokok. Untuk berhenti merokok diperlukan kesiapan secara emosi, mental dan yang terpenting keinginan untuk berhenti berasal dari diri sendiri bukan karena dari orang lain.

Sumber

  • www.heart.org
  • Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P. Braundwald’s Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. Philadelpia: Elseiver Saunders; 2012.

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.