Konsumsi obat darah tinggi dapat merusak ginjal?

Oleh: Indra Prasetya

“Kalau meminum obat darah tinggi terus menerus, apa ginjal saya tidak rusak dok?”, pertanyaan ini sangat sering ditanyakan pasien ketika diminta untuk mengkonsumsi obat-obatan untuk penyakit darah tinggi. Anggapan yang beredar luas di masyarakat yang mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi obat-obatan darah tingi akan dapat merusak ginjal menyebabkan pasien dengan penyakit hipertensi lebih memilih pengobatan herbal yang dikatakan aman karena berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Hal ini merupakan anggapan yang keliru karena dengan mengkonsumsi obat darah tinggi secara teratur akan dapat mencegah terjadinya penyakit ginjal. Kerusakan ginjal yang terjadi pada pasien-pasien yang menderita darah tinggi dapat disebabkan oleh tekanan darah yang tidak terkontrol sehingga mengakibatkan ginjal bekerja lebih keras dan nantinya akan dapat merusak ginjal. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan justru beberapa obat-obat anti hipertensi dapat menghambat terjadinya perburukan fungsi ginjal akibat tekanan darah yang tinggi, bahkan dapat memperbaiki fungsi ginjal yang telah rusak akibat tekanan darah tinggi tidak terkontrol yang terjadi dalam waktu lama.

Darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan struktur dari pembuluh darah, sehingga akan memiliki resiko yang lebih besar untuk terjadinya serangan jantung maupun stroke. Dengan mengkonsumsi obat darah tinggi secara teratur, diharapkan dapat mengurangi resiko kecacatan maupun kematian yang diakibatkan oleh serangan jantung dan juga stroke.

Pengobatan dengan menggunakan jamu-jamuan serta obat-obatan herbal sering dijadikan alternatif karena dianggap lebih alami serta dipromosikan tidak memiliki efek samping dan bahkan dapat mengobati berbagai macam penyakit. Padahal hal ini belum dapat dibuktikan secara klinis karena materi-materi penyusun serta zat aktif yang terkandung dari jamu-jamuan tersebut masi belum dapat diidentifikasi secara pasti, sehinga belum dapat dipastikan apakah bahan-bahan tersebut aman untuk ginjal. Selain itu, beberapa jamu-jamuan juga dicampur bahan-bahan yang berbahaya apabila dikonsumsi secara terus-menerus.

Dari uji yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), bahan-bahan yang sering dicampurkan pada jamu-jamuan antara lain adalah golongan NSAID (non-steroid-anti-inflamatory drug) dan juga golongan kortikosteroid. Obat jenis kortikosteroid ini disebut sebagai “obat dewa” karena membuat orang yang mengkonsumsi merasa lebih segar, akan tetapi apabila obat ini dipakai secara terus menerus dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi yang membahayakan bagi penggunanya.

Oleh sebab itu, penderita darah tinggi harus memeriksakan tekanan darahnya secara teratur dan menanyakan obat-obatan apa sajakah yang aman untuk dapat dikonsumsi. Serta apabila menginginkan untuk mengkonsumsi pengobatan herbal maupun jamu-jamuan sebaiknya mengetahui secara pasti materi penyusun obat-obatan tersebut aman untuk digunakan dalam waktu lama. Selain itu juga, harus memilih pengobatan yang telah telah teruji secara klinis baik dalam hal kemampuan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko komplikasi yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi, serta keamanan apabila digunakan secara terus menerus.

 

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.