Jantung Sehat, Hindari Junk Food

TIDAK bisa dipungkiri bahwa junk food terlihat sangat menggoda untuk disantap. Apalagi ditambah dengan tampilan iklan junk food yang tampak indah dan membayang di mata. Saat lapar dan kebetulan keuangan menungkinkan maka junk food terasa menngelitik hidung dan membuat perut keroncongan. Padahal, jika terlalu sering dan banyak makan junk food, ancaman beragam penyakit mengancam konsumen.

Penyakit yang paling sering menyerang penggemar fast food yaitu jantung koroner. Secara teoritis, ketika menelan banyak kalori, tubuh dipaksa untuk menghasilkan insulin dalam jumlah ekstra untuk mengubah karbohidrat menjadi gula darah. Tetapi, kehadiran insulin yang terlalu banyak justru akan memicu terjadinya penggabungan dengan lemak untuk bersama-sama merusak pembuluh darah.Penyakit lainnya yang sering menyerang penggemar fast food adalah stroke. Penyakit stroke dapat dipicu oleh kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol. Stroke terjadi jika peredaran darah ke otak terputus untuk sementara. Otak tergantung pada perbekalan darah yang kaya oksigen secara terus-menerus, yang dibawa oleh pembuluh nadi(arteri).

Para penelti dari McMaster University, Kanada, menemukan hasil bahwa orang yang mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran memiliki resiko serangan jantung 30 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi sedikit buah atau bahkan tidak makan buah sama sekali.

Sedangkan orang yang banyak mengkonsumsi makanan yang digoreng, cemilan bergaram, dan daging memiliki resiko serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi sedikit atau tidak mengkonsumsinya.

Riset tersebut melibatkan lebih dari 16.000 pasien yang dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan pola makan mereka selama kurang lebih 4 tahun.

“Rata-rata 80 persen sakit jantung dan saluran pernapasan di dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah,” kata para peneliti tersebut.

Ancaman

Bisa kita bayangkan, betapa seriusnya ancaman penyakit jika kita nekad mengkonsumsi makanan junk food. Persoalannya, sekali lagi, junk food begitu menggugah selera. Selain itu keterbatasan waktu dan padatnya pekerjaan memaksa kita untuk memilih junk food sebagai makanan yang siap disantap tanpa merepotkan dan buang-buang waktu. Lantas apa yang harus kita lakukan? Menurut Reni Wulan Sari, M.Kes, dkk dalam buku Dangerous Junk Food, ada cama aman untuk mengkonsumsi junk food yaitu : 1) Jika membeli burger, pilihlah jenis burger yang lebih banyak mengandung bahan nabati dibandingkan hewani.2) Jika minum coffee float, cola float atau sejenisnya, perlu diingat bahwa float banyak mengandung lemak dan gula. Sebaiknya minum tanpa embel-embel float. 3) Hindari makan es krim terlalu banyak karena kadungan gula dan lemaknnya tinggi. Gantilah es krim dengan yogurt, pudding atau jus buah. Jika tidak tersedia, lebih baik minumlah teh. 4) Jika makan pizza, pilihlah yang banyak sayurannya. 5) Jangan ganti nasi dengan French fries. Kandungan lemak dan sodium French fries sangat tinggi. Lebih baik mengkonsumsi nasi. 6) Jika makan fried chicken atau ayam goreng impor sebaiknya buang bagian kulitnya. Karena kulit ayam ras adalah sumber lemak jenuh dan kolesterol. Fried chicken yang digoreng dengan teknik deep frying menyebabkan kandungan lemak bahan yang digoreng lebih tinggi jika dibandingkan dengan cara penggorengan biasa. 7) Pesan sup sayuran. 8) Kurangi minuman bersoda dan perbanyak air putih. 9) Kombinasikan dengan menu sehat seimbang. 10) Perbanyak berolah raga.

Kebalikan dari junk food adalah smart food. Tingkat kesehatan kita akan lebih baik jika kita mengkonsumsi smart food. Smart food adalah pangan pemberi energy (energy food), pangan penyeimbang(balancing food), pangan penyembuh atau peredam rasa sakit (soothing food) dan pangan pembangun atau pembaharu (regenerating food). Dengan kata lain smart food adalah bahan pangan yang selain mengandung nutrisi(protein, karbohidrat, vitamin, mineral) dan aman dimakan (tidak mengandung residu pestisida, residu hormone, bahan makanan sintetis, misalnya pengawet, pewarna, dan penambah cita rasa). Bahan yang tergolong smart food antara lain roti berserat tinggi, beras, sayuran, teh, ayam kampung dan madu organic. Selain itu, makanan yang difermentasi seacara tradisional misalnya tempe dan oncom, jus buah tanpa bahan pengawet, selai yang tidak menggunakan bahan pengawet, cuka yang berasal dari jus buah, minyak ikan serta minyak zaitun.

Sumber

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.